JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat runtuhnya bangunan bobrok di kota pelabuhan selatan Pakistan, Karachi, melonjak menjadi 27 orang saat tim penyelamat mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung selama berhari-hari.
Sebelumnya puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan setelah bangunan berlantai lima itu runtuh di kota Lyari, lingkungan kumuh yang membentang di Laut Arab, pada Jumat. Berita semacam ini memunculkan pertanyaan tentang keamanan bangunan dan perhatian terhadap infrastruktur yang sudah tua di berbagai tempat.
Kondisi Bangunan dan Faktor Penyebab Runtuh
Bangunan yang awalnya hanya memiliki tiga lantai dinyatakan tidak layak huni pada tahun 2022. Meskipun status tersebut, pemiliknya justru menambah dua lantai tanpa izin dan diduga dengan bantuan dari pihak berwenang. Kasus ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan penegakan hukum mengenai ketentuan bangunan, yang seharusnya mencegah praktik berbahaya seperti ini. Maraknya pembangunan informal menambah masalah, mengingat tingginya permintaan akan tempat tinggal di daerah perkotaan dan terbatasnya ruang.
Konsekuensi dari bangunan yang tidak memenuhi syarat dapat memengaruhi banyak orang. Menurut data yang ada, Karachi, sebagai ibu kota komersial negara dengan populasi lebih dari 20 juta, memiliki ratusan bangunan dalam kondisi bobrok. Ketidakstabilan ini merupakan hasil dari kerusakan waktu dan pengabaian kronis. Runtuhnya bangunan tidak hanya menjadi masalah di Karachi; kota-kota besar lain di dunia juga mengalami hal serupa jika tidak ada penanganan serius dari pemerintah dan pihak berwenang.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Runtuhnya Bangunan
Kehilangan nyawa dan orang-orang yang terluka sangat mengganggu masyarakat setempat. Ketika satu bangunan runtuh, dampaknya menyebar ke seluruh komunitas. Keluarga yang kehilangan anggota akan menghadapi kesedihan yang mendalam, dan kebutuhan untuk membangun kembali sering kali diabaikan. Biaya pemulihan bisa sangat tinggi, dan dalam banyak kasus, masyarakat tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menanggung beban tersebut.
Penting untuk diambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Penyuluhan mengenai pentingnya keselamatan bangunan dan tindakan hukum yang lebih ketat terhadap pelanggaran konstruksi adalah beberapa strategi yang perlu dipertimbangkan. Berinvestasi dalam infrastruktur yang aman tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga menjaga kestabilan ekonomi. Sejalan dengan itu, penegakan hukum yang lebih ketat terhadap kesalahan dalam pemeriksaan bangunan dapat membantu menjaga kualitas kehidupan di perkotaan.
Penutup