Pemerintah daerah di Sidoarjo berkomitmen untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam penilaian kabupaten/kota sehat tingkat nasional. Setelah sukses meraih predikat Wiwerda pada tahun 2019, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi seluruh masyarakat.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor atau hexahilex telah menjadi fokus utama dalam mewujudkan sembilan tatanan kabupaten sehat. Beberapa program unggulan yang dinilai antara lain adalah aplikasi SiCantik (Sidoarjo Cegah Anak Stunting), layanan sedot tinja berkala, dan program Jihad Rawat Kali. Inisiatif Jihad Rawat Kali merupakan gerakan menjaga kebersihan sungai yang melibatkan organisasi perangkat daerah, komunitas lokal, dan masyarakat luas.
Strategi Menuju Kabupaten Sehat
Dalam upaya mencapai predikat Wistara, Sidoarjo menerapkan berbagai strategi yang mendukung kesehatan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah penanganan anak stunting, di mana Bupati Subandi mengungkapkan optimisme terhadap penurunan angka stunting dari 3,17 persen menjadi 2,24 persen. Langkah ini tidak lepas dari pembinaan kawasan tanpa rokok, pasar sehat, dan sekolah ramah anak sebagai bagian dari strategi yang lebih holistik.
Peningkatan layanan kesehatan juga menjadi pilar penting, seperti layanan untuk penderita TBC serta akses upaya kesehatan kerja (UKK) di pasar-pasar untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk disabilitas dan lansia. Hal ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kesehatan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupannya. Dengan pelaksanaan layanan sosial dan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan, pemerintah daerah menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
Inovasi dan Kolaborasi dalam Pelayanan Kesehatan
Pencapaian predikat Wistara bukan hanya dilihat sebagai penghargaan, tetapi sebagai refleksi komitmen nyata pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bupati Subandi menegaskan bahwa hal ini berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, dan penting bagi seluruh perangkat daerah, dari camat hingga desa dan kelurahan, untuk terlibat dalam upaya ini. Keterlibatan aktif seluruh elemen menjadi kunci dalam mewujudkan kabupaten sehat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa benar-benar penting untuk terus melakukan pembinaan dan monitoring ke lapangan dengan Forum Kabupaten Sehat. Dengan begitu, seluruh tatanan yang telah ditetapkan dapat terpenuhi sesuai dengan indikator nasional yang ada. Berbagai inovasi, seperti penguatan desa siaga, penataan kawasan tanpa rokok, hingga pengolahan limbah domestik yang ramah lingkungan, sedang dijalankan sebagai bagian dari program ini.
Secara keseluruhan, upaya pemerintah Sidoarjo untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara mencerminkan komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi di berbagai bidang, sasaran yang jelas, serta inovasi yang terus dikembangkan menjadi pilar penting dalam menciptakan daerah yang sehat dan berkelanjutan. Dengan fokus yang kuat pada pencapaian target, Sidoarjo berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan cita-cita sebagai kabupaten sehat yang layak dicontoh.