JAKARTA – Di tengah tantangan pendidikan yang dihadapi oleh anak-anak kurang mampu, Sekolah Bintang Rabbani hadir sebagai solusi nyata. Sekolah ini menawarkan pendidikan formal dengan biaya bebas, terutama bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit.
Data mencengangkan dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa ada lebih dari 3.000 anak yang tidak melanjutkan pendidikan dasar mereka. Ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat dalam menciptakan generasi yang terdidik dan berprestasi.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Sekolah Bintang Rabbani dibangun berdasarkan prinsip bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan menyediakan jenjang pendidikan dari RA (Raudatul Athfal) hingga MA (Madrasah Aliyah), sekolah ini mendukung pengembangan karakter dan kecerdasan siswa.
Di bawah kepemimpinan Ust. Amal Lubis, sekolah ini dikenal sebagai satu-satunya lembaga yang memberikan pendidikan agama di daerah minoritas. Dengan 450 siswa yang mendaftar, Sekolah Bintang Rabbani tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual. Siswa diharapkan dapat menghafal minimal 3 juz Al-Qur’an sebelum lulus, menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga spiritual.
Program Ekstrakurikuler yang Mendukung Kemandirian
Selain pendidikan formal, Sekolah Bintang Rabbani juga menawarkan program ekstrakurikuler yang bertujuan meningkatkan kemandirian siswa. Siswa laki-laki diajarkan keterampilan reparasi motor, sementara siswi mendapatkan pelajaran menjahit. Dengan keterampilan ini, mereka diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun untuk berwirausaha di masa depan.
Sulaeman, pimpinan cabang di DD Waspada, menjelaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari optimalisasi dana zakat untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul. Dengan lokasi yang terpencil dan kurangnya akses pendidikan agama, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan pendidikan berkualitas ini.
Dompet Dhuafa juga menerapkan sistem Noble Character School di seluruh jaringan sekolahnya. Melalui program ini, diharapkan dapat melahirkan anak-anak dengan integritas tinggi, berkarakter kuat, dan memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami akan terus mendukung upaya produktif guna menciptakan generasi muda yang kreatif dan inovatif, khususnya di wilayah Sumatera Utara,” tambah Bobby P. Manullang, perwakilan dari pengembangan jaringan.
Dengan berbagai inisiatif yang ada, Sekolah Bintang Rabbani menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya milik segelintir orang, melainkan hak setiap anak. Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan sangat diharapkan untuk membantu mereka yang kurang mampu agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berdaya saing. Dengan begini, selangkah lebih dekat menuju generasi masa depan Indonesia yang lebih baik.
JAKARTA – Di tengah tantangan pendidikan yang dihadapi oleh anak-anak kurang mampu, Sekolah Bintang Rabbani hadir sebagai solusi nyata. Sekolah ini menawarkan pendidikan formal dengan biaya bebas, terutama bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit.
Data mencengangkan dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa ada lebih dari 3.000 anak yang tidak melanjutkan pendidikan dasar mereka. Ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat dalam menciptakan generasi yang terdidik dan berprestasi.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Sekolah Bintang Rabbani dibangun berdasarkan prinsip bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan menyediakan jenjang pendidikan dari RA (Raudatul Athfal) hingga MA (Madrasah Aliyah), sekolah ini mendukung pengembangan karakter dan kecerdasan siswa.
Di bawah kepemimpinan Ust. Amal Lubis, sekolah ini dikenal sebagai satu-satunya lembaga yang memberikan pendidikan agama di daerah minoritas. Dengan 450 siswa yang mendaftar, Sekolah Bintang Rabbani tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual. Siswa diharapkan dapat menghafal minimal 3 juz Al-Qur’an sebelum lulus, menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga spiritual.
Program Ekstrakurikuler yang Mendukung Kemandirian
Selain pendidikan formal, Sekolah Bintang Rabbani juga menawarkan program ekstrakurikuler yang bertujuan meningkatkan kemandirian siswa. Siswa laki-laki diajarkan keterampilan reparasi motor, sementara siswi mendapatkan pelajaran menjahit. Dengan keterampilan ini, mereka diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun untuk berwirausaha di masa depan.
Sulaeman, pimpinan cabang di DD Waspada, menjelaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari optimalisasi dana zakat untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul. Dengan lokasi yang terpencil dan kurangnya akses pendidikan agama, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan pendidikan berkualitas ini.
Dompet Dhuafa juga menerapkan sistem Noble Character School di seluruh jaringan sekolahnya. Melalui program ini, diharapkan dapat melahirkan anak-anak dengan integritas tinggi, berkarakter kuat, dan memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami akan terus mendukung upaya produktif guna menciptakan generasi muda yang kreatif dan inovatif, khususnya di wilayah Sumatera Utara,” tambah Bobby P. Manullang, perwakilan dari pengembangan jaringan.
Dengan berbagai inisiatif yang ada, Sekolah Bintang Rabbani menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya milik segelintir orang, melainkan hak setiap anak. Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan sangat diharapkan untuk membantu mereka yang kurang mampu agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berdaya saing. Dengan begini, selangkah lebih dekat menuju generasi masa depan Indonesia yang lebih baik.