Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang menyoroti kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Simogirang, Kecamatan Prambon. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis, 7 Agustus 2025, dan fokus pada dua rumah yang benar-benar membutuhkan perhatian. Kunjungan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan juga mencerminkan komitmen pemerintah terhadap warganya yang kurang beruntung.
Kedua rumah yang diperiksa milik warga bernama Mufid dan Sundusin. Kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, dengan atap yang hampir roboh dan dinding yang sudah rapuh. Kurangnya fasilitas sanitasi, seperti kamar mandi, semakin memperburuk keadaan. Sidak ini merupakan rujukan atas laporan dari Pemerintah Desa Simogirang, yang mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan rumah-rumah tersebut. Ini mengindikasikan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan warga.
Prioritas Perbaikan RTLH di Sidoarjo
Sidak Bupati Sidoarjo ke lokasi tersebut segera diikuti dengan rencana tindakan. Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan, “Kami bersama Baznas akan segera merenovasi rumah Pak Mufid dan Pak Sundusin bulan ini.” Perbaikan yang akan dilakukan berfokus pada atap dan pembangunan jamban yang layak. Tujuannya adalah memberikan mereka tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa di Kabupaten Sidoarjo masih terdapat banyak rumah yang tidak memenuhi syarat layak huni. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Upaya renovasi ini tidak hanya membantu dari sisi fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Pentingnya Program Renovasi RTLH dan Dampaknya
Program bantuan dari Baznas merupakan langkah konkret Pemkab Sidoarjo dalam menerobos lingkaran kemiskinan di wilayah pedesaan. Renovasi RTLH dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, namun dampaknya jauh lebih luas. Kesehatan dan keselamatan keluarga menjadi prioritas utama, dan program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Penerima bantuan, Sundusin, mengungkapkan perasaannya setelah mendengar kabar bahwa rumahnya akan diperbaiki. “Rumah saya rusak sejak tahun 2017. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Subandi karena akhirnya rumah ini akan diperbaiki. Ini seperti mimpi bagi saya,” tutur Sundusin dengan penuh haru. Perasaannya mencerminkan betapa besarnya harapan dan perubahan yang bisa dihadirkan oleh program ini dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah cepat dan responsif Bupati Sidoarjo terhadap kondisi RTLH di daerahnya menjadi indikator nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh warga. Dengan perbaikan rumah yang layak, diharapkan angka kemiskinan dapat berkurang dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan. Ini adalah sebuah awal dari perjalanan yang lebih baik bagi warga yang kurang beruntung.