JAKARTA – Dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, kesiapsiagaan masyarakat sangatlah penting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan tanggap bencana, seperti yang baru saja dilaksanakan di Gunung Kidul.
Pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung yang sangat bermanfaat bagi peserta. Dengan kondisi geografis Gunung Kidul yang memiliki potensi kebakaran tinggi, pengetahuan terkait penanggulangan bencana kebakaran menjadi sangat vital.
Pentingnya Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran
Pelatihan tanggap bencana kebakaran adalah langkah krusial yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko yang ada, terutama di daerah rawan kebakaran. Di Gunung Kidul, yang dikelilingi oleh kawasan karst, risiko kebakaran semakin tinggi, khususnya saat musim kemarau.
Data menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat di beberapa daerah Indonesia. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan memberi pemahaman tentang cara-cara pertolongan pertama dan penanggulangan kebakaran. Peserta yang mengikuti pelatihan merasakan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah mengikuti sesi-sesi yang diadakan, baik teori maupun praktik.
Simulasi Praktis dan Pengetahuan yang Diperoleh
Selama pelatihan, peserta dilibatkan dalam simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik lain yang aman dan efektif. Simulasi ini mengajarkan peserta bagaimana cara cepat dan tepat untuk menangani situasi darurat, terutama pada kondisi yang dapat mengancam nyawa.
Salah satu peserta, Sukisjo, menekankan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kelurahan Pengkol. Dia melaporkan, banyak ilmu yang didapat dari pelatihan ini, khususnya dalam penanganan dan pertolongan pertama. Hal ini sangat penting mengingat minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara tanggap bencana kebakaran.
Peserta lain, Harsi Dwi Mulyani, menyoroti pentingnya memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada korban yang mungkin memiliki riwayat kesehatan tertentu. Dia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga rasa percaya diri dalam menghadapi situasi bencana.
Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Pengkol dapat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Mereka diharapkan dapat saling mendukung dan membantu dalam situasi darurat, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari kejadian bencana tersebut.
Beberapa peserta merasa bahwa pelatihan ini perlu dilakukan secara berkala, sehingga pengetahuan yang didapat dapat selalu diperbarui. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlatih, diharapkan angka kejadian kebakaran dapat ditekan, dan mereka yang terlibat dalam penanganan bencana lebih siap untuk bertindak.
Selain itu, program pelatihan ini menjadi model bagi daerah lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam hal penanggulangan bencana. Karena, bencana tidak mengenal waktu dan bisa terjadi di mana saja. Dengan pelatihan yang tepat, masyarakat bisa menjadi lebih tangguh dan responsif ketika bencana datang.