JAKARTA – Mohammad Istiqomah Djamad yang dikenal dengan nama panggung Pusakata, selalu berkomitmen untuk menyebarkan manfaat melalui karya musiknya.
Contohnya dapat dilihat saat dirinya tampil di panggung sederhana Pantai Ina Masohi, Maluku, di mana ia mengajak anaknya untuk membawa kotak donasi saat menyanyikan lagu-lagu hits seperti ‘Akad’ dan ‘Ruang Tunggu’.
Pentingnya Musik Sebagai Sarana Kebaikan
Pusakata memiliki visi bahwa musik dapat menjadi lebih dari sekadar hiburan; ia bisa menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan. “Saya ingin anak saya menyaksikan langsung bahwa musik bukan hanya tentang panggung dan sorotan,” jelasnya. “Tapi bisa menjadi jalan untuk menebar kebaikan,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan kesadaran Pusakata akan tanggung jawab sosial yang dibawa oleh seorang musisi.
Dalam konteks tersebut, Pusakata menggandeng DOmpet Dhuafa untuk kampanye donasi. Gerakan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam membantu pendidikan di wilayah pesisir yang sering kali terabaikan. Melalui kolaborasi ini, Pusakata tidak hanya menyebarkan pesan melalui lirik, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bisa dirasakan dampaknya.
Kampanye Donasi dan Kolaborasi Lintas Profesi
Kampanye donasi yang diprakarsai oleh Pusakata mendapat dukungan dari dua sosok yang krusial dalam pelaksanaannya: Ican, seorang konten kreator asal Maluku dengan pengikut setia di Instagram, dan Asep Souisa, seorang perwira polisi dari Polres Seram Bagian Barat. Keduanya membawa warna berbeda dalam memperjuangkan pendidikan di daerah pesisir.
Ican, dengan keahlian dalam dunia konten digital, memanfaatkan platformnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Sementara itu, Asep berkontribusi dengan kehadirannya di lapangan untuk mendorong partisipasi aktif. Sinergi antara mereka menunjukan bahwa kolaborasi lintas profesi sangat efektif dalam menyebarkan pesan positif dan memperjuangkan tujuan mulia.
Kehadiran anak Pusakata di tengah-tengah kampanye ini juga menegaskan pentingnya mengajarkan generasi muda tentang tanggung jawab sosial. Gerakan ini, yang bertajuk “Sisir Kota Pesisir Kedua,” memiliki tujuan untuk membangun sekolah-sekolah di wilayah pesisir Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi titik awal bagi anak-anak di daerah tersebut untuk meraih pendidikan yang layak.