Pengukuhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, telah dilaksanakan dengan khidmat. Sebanyak 76 pelajar terpilih resmi menjadi bagian dari Paskibraka tahun 2025. Prosesi ini diadakan di Pendopo Delta Wibawa pada malam hari, dan menjadi momen yang penuh makna.
Tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan datang menjadi tanggung jawab berat bagi para anggotanya. Selain itu, menjadi sangat berarti bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Pengukuhan Paskibraka: Momen Penting bagi Generasi Muda
Dalam acara pengukuhan ini, hadir berbagai pejabat penting, seperti Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Suasana yang khidmat sangat terasa, terutama saat pembacaan ikrar dan pemasangan sabuk oleh Wakil Bupati Hj Mimik Idayana. Momen ini tidak hanya simbolis, tetapi mencerminkan semangat kebangsaan yang harus dimiliki oleh setiap anggota Paskibraka.
Hj Mimik Idayana mengungkapkan rasa bangga dan salut kepada para anggota yang telah melalui seleksi ketat dan serangkaian latihan fisik serta mental. Pengorbanan mereka tidak hanya diukur dari waktu, tetapi juga komitmen untuk menjalani proses yang tidak mudah. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab ini lebih dari sekadar sebuah upacara; ini adalah amanah nasional yang membawa nilai sejarah dan kebangsaan yang mendalam.
Persiapan Menuju Hari Kemerdekaan: Kesehatan dan Mental
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan stamina para anggota menjelang hari pelaksanaan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan tugas Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik, tetapi juga oleh kondisi mental yang baik. Dengan saran untuk menjaga pola makan dan istirahat yang baik, Hj Mimik Idayana ingin memastikan bahwa mereka siap untuk melaksanakan tanggung jawab yang besar.
Tentunya, bagi para anggota Paskibraka, momen mengibarkan bendera adalah simbol kehormatan bangsa. Mereka diharapkan tidak hanya melakukannya secara mekanis, tetapi dengan sepenuh hati. Semangat yang diperlihatkan bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menghidupkan kembali rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda lainnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan momen Hari Kemerdekaan RI ke-80 dapat berlangsung dengan penuh hikmat. Hal ini menjadi inspirasi tidak hanya bagi anggota Paskibraka, tetapi juga untuk seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar selalu mencintai dan menghormati nilai-nilai kemerdekaan.