Polda Jawa Timur bersama jajaran Polres dan Polres/ta/tabes meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Sidoarjo. Dalam acara ini, Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo membuka kegiatan yang diikuti oleh seluruh Polda di Indonesia melalui video konferensi. GPM merupakan langkah konkret dari Polri dan Pemerintah untuk mendorong stabilitas harga serta pasokan pangan demi kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran pangan yang dilakukan sebagai bagian dari Gerakan Pangan Murah menunjukkan komitmen kepolisian untuk turut serta dalam menjaga ketersediaan pangan. Dengan semakin banyaknya tantangan yang dihadapi masyarakat terkait dengan harga pangan, inisiatif ini diharapkan bisa memberikan dampak positif.
Pemenuhan Kebutuhan Pangan Melalui Program Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
Dalam program ini, total beras yang disalurkan mencapai 825.155 kilogram, atau lebih dari 825 ton, yang tersebar di 638 lokasi di wilayah Polda Jawa Timur. Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjangkau lebih dari 117.340 warga. Penyaluran dilakukan di berbagai titik penjualan dengan harapan dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Program ini tidak hanya fokus pada distribusi beras. Dalam kegiatan ini juga hadir pasar murah yang menawarkan berbagai kebutuhan pokok, seperti minyak goreng dan gula pasir. Adanya pasar murah di lokasi peluncuran menambah nilai dari Gerakan Pangan Murah ini, karena masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga ekonomi masyarakat.
Strategi dan Dampak Penuh Gerakan Pangan Murah
Pelaaksanaan Gerakan Pangan Murah di Polda Jawa Timur dipusatkan di GOR Delta Sidoarjo dengan total distribusi 60 ton beras. Kombes Pol Abast menjelaskan rincian penyaluran di mana Polda menyalurkan 10 ton beras secara langsung, sementara 50 ton disalurkan oleh Polresta Sidoarjo. Dengan melibatkan seluruh jajaran, dari Polda hingga Polsek, mereka mengikuti kegiatan ini secara virtual. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara berbagai satuan dalam upaya mencapai tujuan bersama.
Sebagai bagian dari program GPM, upaya tersebut juga mencakup pemberian talih asih kepada anak yatim piatu dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto. Keberadaan kegiatan sosial ini semakin memperkuat hubungan emosional antara institusi Polri dan masyarakat. Dengan melakukan interaksi ini, diharapkan masyarakat akan lebih dekat dan percaya pada Polri sebagai institusi yang peduli dan siap membantu di saat-saat dibutuhkan.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, tidak hanya beban masyarakat yang sedikit berkurang, tetapi juga memberikan pesan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan kepolisian tetap ada dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan yang ada, langkah nyata seperti ini merupakan harapan bagi banyak pihak.
Gerakan ini adalah langkah awal yang baik, dan diharapkan bisa berkelanjutan dalam jangka panjang. Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan lebih mempercayai dan mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digagas oleh pihak kepolisian sebagai langkah nyata untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.