JAKARTA – Parni Hadi, yang merupakan Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, memberikan pesan penting pada upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Upacara ini diadakan di kawasan Perguruan Islam Al Syukro Universal dan juga merupakan penutup Jambore Sekolah Budi Pekerti. Acara ini tidak hanya menjadi momen politik, tetapi juga refleksi budaya dan pendidikan.
Pentingnya Budaya dalam Kepramukaan
Parni menekankan bahwa melalui kegiatan kepramukaan, sekolah dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa. Upacara ini menjadi titik tekan bahwa pendidikan tidak hanya harus radikal dan modern, namun juga membangun karakter yang berintegritas dan menjunjung nilai-nilai budaya. Kegiatan pramuka memberikan wadah bagi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut.
Kita bisa melihat bahwa pendidikan karakter yang diterapkan dalam Sekolah Budi Pekerti menjadi landasan bagi generasi muda. Hal ini didukung oleh berbagai pengalaman yang menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam kegiatan seperti pramuka cenderung memiliki rasa empati dan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, pendidikan dan keceriaan harus saling menyatu dengan pembudayaan nilai-nilai positif.
Dampak Positif Kegiatan Kepramukaan
Penekanan pada pramuka sebagai pembudayaan dan pembiasaan nilai-nilai baik menjadi semakin relevan. Dalam upacara yang berlangsung khidmat ini, beragam penampilan seni budaya Nusantara ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, silat, hingga busana adat berbagai suku di Indonesia. Hal ini memperkuat ingatan kita bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kekayaan budaya yang ada.
Dengan melibatkan berbagai elemen budaya dalam acara seperti ini, memungkinkan generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, dan mencintai warisan budaya mereka. Kegiatan seperti ini juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan. Sebuah studi menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan budaya dapat meningkatkan rasa identitas dan kebangsaan di kalangan siswa, yang pada akhirnya memperkuat kesatuan bangsa.