Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana memberikan perhatian serius terhadap penurunan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 yang hanya mencapai 70 persen dari total 1,4 juta daftar pemilih tetap (DPT). Penurunan ini menjadi isu krusial yang perlu diatasi untuk memastikan proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Kendalikan potensi penurunan partisipasi ini menjadi tantangan bagi semua pihak. Statistik menunjukkan bahwa hanya 70 persen dari DPT yang menggunakan hak suara mereka, menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor apa yang memengaruhi keputusan pemilih. Dalam acara Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik, Mimik Idayana mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi jalannya pemilu dengan mengedepankan akses informasi yang terbuka dan mudah dipahami.
Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih
Untuk mengatasi rendahnya partisipasi pemilih, diperlukan strategi tepat yang menyentuh berbagai aspek. Salah satu langkah utama adalah mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan pemilu. Mimik Idayana menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan dalam pelaksanaan Pemilu.
Insights dari data KPU menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 mencapai 86 persen, tetapi angka itu mendrop dalam Pilkada Sidoarjo, memberikan sinyal kuat bahwa perbaikan diperlukan. Masyarakat harus dididik mengenai pentingnya menggunakan suara mereka, dan dengan akses informasi yang transparan, mereka bisa memahami lebih baik tentang proses pemilu dan hak-hak mereka.
Peran Masyarakat dalam Pemilu dan Keterbukaan Informasi
Pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan pemilu tidak bisa diabaikan. Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya tugas penyelenggara, melainkan juga tanggung jawab masyarakat. Edukasi mengenai keterbukaan informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kepedulian dan sikap kritis masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu.
Forum Literasi Keterbukaan Informasi diharapkan dapat menjadi ruang edukatif bagi berbagai elemen masyarakat, dari akademisi hingga organisasi masyarakat. Ini adalah kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan strategi yang bisa diimplementasikan untuk memperkuat pengawasan partisipatif, sehingga proses demokrasi yang jujur dan adil dapat terwujud di Sidoarjo.
Dengan komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta pemanfaatan informasi yang efektif, kita bersama bisa mewujudkan pemilu yang lebih baik, adil, dan bermartabat. Mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat dan pastikan setiap suara dihitung, demi masa depan demokrasi yang lebih cerah.