Dompet Dhuafa menargetkan untuk menjangkau 10.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia melalui program “Muliakan Yatim Bantu 10.000 Anak Raih Cita”. Program ini bertujuan memberikan perhatian dan dukungan yang signifikan bagi anak-anak yang membutuhkan di dalam negeri maupun di daerah krisis, seperti Palestina.
Program Muliakan Yatim, yang berjalan sejak Juni hingga September 2025, menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap kesejahteraan anak-anak yatim. Dalam situasi sulit, anak-anak ini menjadi lebih rentan dan memerlukan perhatian khusus agar bisa meraih cita-cita mereka.
Peran Penting Dukungan Sosial untuk Anak Yatim
Pentingnya dukungan bagi anak yatim tidak bisa dipandang remeh. Kurangnya pengasuhan dari sosok ayah berpotensi menggoyahkan masa depan anak-anak tersebut. Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan, memaparkan hal ini dalam Konferensi Pers dengan menekankan bahwa generasi penerus bangsa ini butuh perhatian ekstra. Dalam keadaan yang sulit, anak yatim sering kali merasa terabaikan, karena mereka kurang memiliki figur panutan.
Analisis menunjukkan bahwa dukungan dari masyarakat dan lembaga sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis dan pendidikan anak yatim. Dengan adanya program beasiswa pendidikan dari jenjang SD hingga SLTA, termasuk Beasiswa YES (Yatim Ekselensia Scholarship) bagi yang berniat melanjutkan ke jenjang kuliah, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal ini tidak hanya membantu mereka secara akademis, tetapi juga memberikan harapan baru di masa depan.
Strategi Pemberian Bantuan yang Berkelanjutan
Strategi yang diterapkan dalam program Muliakan Yatim ini tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain, seperti bantuan hidup dan pelatihan keterampilan. Dompet Dhuafa menyediakan bantuan harian dan sekolah, serta program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anak yatim lulusan SLTA. Pelatihan keterampilan ini dapat membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti pelatihan mekanik dan teknisi elektronik.
Salah satu inisiatif yang unik adalah program Edutrip, yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berekreasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Di samping itu, program Orang Tua Asuh memungkinkan donatur untuk terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari seorang anak yatim, menciptakan hubungan emosional yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Ini adalah cara yang efektif untuk membangun rasa komunitas dan saling mendukung di antara masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, perhatian terhadap anak-anak yatim di Palestina juga diakui sebagai bagian penting dari inisiatif ini. Dengan mengedepankan kerja sama dengan NGO lokal, Dompet Dhuafa berusaha memberikan bantuan hidup dan program pendidikan di tengah konflik yang tengah terjadi.
Penutupnya, inisiatif ini bukan saja soal memberi, melainkan menciptakan ekosistem dukungan yang berkelanjutan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Dalam jangka panjang, ini akan membentuk generasi yang lebih baik dan berdaya saing di masa depan.