SEOUL – Curah hujan tinggi yang melanda Korea Selatan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan pada hampir 30.000 hektare lahan pertanian. Cuaca ekstrem ini tidak hanya berdampak pada lahan pertanian, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar angka, kerugian yang dialami membawa dampak yang mendalam bagi petani dan sektor pertanian secara keseluruhan. Bagaimana perubahan cuaca dapat membuat tantangan baru yang harus dihadapi oleh masyarakat?
Dampak Curah Hujan Tinggi terhadap Pertanian
Data dari Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan mencatat bahwa hujan yang terus mengguyur selama sepekan merendam area pertanian seluas hampir 30.000 hektare—luasnya setara dengan sekitar 40 ribu lapangan sepak bola. Di Provinsi Chungcheongnam-do, misalnya, kerusakan terparah mencakup 16.710 hektare. Angka-angka ini jelas mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh sektor pertanian.
Sektor peternakan juga tidak luput dari dampak buruk banjir ini. Sekitar 1,8 juta hewan ternak, termasuk ayam, bebek, dan babi, dilaporkan mati. Kerugian ini menambah beban petani yang sudah menghadapi kesulitan akibat kerusakan lahan dan berpotensi mengganggu pasokan pangan nasional.
Strategi dan Langkah Penanganan Banjir
Pemerintah berupaya meredakan dampak bencana ini dengan menyiapkan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar dan memastikan ketersediaan produk-produk utama. Dengan angka kematian yang mencapai 19 jiwa dan sembilan orang dinyatakan hilang, upaya ini menjadi semakin mendesak. Lebih dari 14.000 warga terpaksa mengungsi, menunjukkan betapa bencana ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan.
Adanya kerusakan infrastruktur publik dan properti pribadi, seperti jalanan yang terendam serta terjadinya pemadaman listrik di beberapa wilayah, memperburuk situasi. Meski perkembangan cuaca menunjukkan tanda-tanda perbaikan, kebutuhan akan solusi jangka panjang sangat penting untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Melihat semua sisi dari krisis ini, penting bagi kita untuk memahami bagaimana dampak perubahan iklim dapat menimbulkan tantangan baru, dan bagaimana masyarakat serta pemerintah bisa berkolaborasi untuk mengatasi serta mempersiapkan diri menghadapi fenomena serupa ke depannya.