JAKARTA – Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) membawa harapan baru bagi warga dan pelajar Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Bantuan ini sangat vital bagi keberlangsungan pendidikan dan aktivitas masyarakat setempat yang selama ini terhambat akibat kondisi transportasi yang tidak memadai.
Fakta mengejutkan mengemuka ketika setiap harinya, siswa Sekolah Dasar Negeri Ciloma dan SMPN 4 Cibitung harus menyeberangi Sungai Cikaso menggunakan perahu-perahu tua yang sudah sangat memprihatinkan. Keberadaan perahu ini adalah satu-satunya jembatan penghubung antara rumah mereka dan tempat belajar. Tanpa perahu, perjalanan mereka membutuhkan waktu lebih lama dan lebih jauh, yang tentunya tidak efisien.
Perahu Sebagai Simbol Harapan dan Investasi Masa Depan
Perahu-perahu lama tersebut, yang kondisinya dikhawatirkan tidak bisa lagi berfungsi, dipergunakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh para guru dan masyarakat umum. Mereka juga bergantung pada moda transportasi itu untuk menjalani kehidupan sehari-hari, seperti pergi ke ladang, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan. Dengan penyerahan dua unit perahu mesin baru pada Kamis (17/07/2025), DMC memberikan tidak hanya alat transportasi tetapi juga simbol kepedulian dan investasi ke masa depan bagi warga.
Perahu baru yang didonasikan memiliki panjang 9 meter dan lebar 2 meter, dirancang untuk lebih aman dan tahan lama. Selain perahu, DMC juga menyerahkan 46 pelampung, terdiri dari jenis anak-anak dan dewasa, serta dua ring buoy demi keselamatan pengguna. Pada saat yang sama, DMC membantu peremajaan dermaga perahu dengan melengkapinya dengan plang tanda yang jelas, untuk memberikan akses yang lebih aman dan terstruktur dalam proses penyeberangan.
Mewujudkan Akses Kesehatan dan Pendidikan yang Lebih Baik
Pada acara penyerahan simbolis bantuan tersebut, hadir juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat dan wali murid. Hal ini menunjukkan dukungan luas atas inisiatif yang diambil oleh DMC. Shofa Qudus, Kepala DMC, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan kolaborasi kebaikan yang berfokus pada kemaslahatan masyarakat.
Deden Sumpena, Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, menyoroti pentingnya kolaborasi ini dalam mengoptimalkan siklus mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, bantuan transportasi ini tidak hanya berfungsi untuk pendidikan tetapi juga sangat penting dalam situasi darurat, untuk evakuasi warga apabila terjadi bencana alam. Serta mengajak potensi relawan untuk terus memperhatikan dan membantu wilayah Ciloma.
Bagi Kepala Sekolah SDN Ciloma, bantuan ini diibaratkan sebagai napas baru. Ia berucap, “Apa yang telah diberikan bukan hanya sekadar bentuk material, tetapi lebih merupakan bentuk kepedulian, kasih sayang, dan semangat gotong royong yang sangat kami rasakan.” Ucapan ini menggambarkan rasa terima kasih yang dalam dari warga terhadap kolaborasi ini, dan menekankan pentingnya aksi sosial dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat.