Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, memberikan penghargaan tinggi kepada Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sidoarjo yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa baik semasa aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun setelah purna tugas. Ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran besar para ASN yang telah mengabdi bagi negara dan daerah.
“Saya sangat mengapresiasi semua Bapak/Ibu atas dedikasi yang telah kalian tunjukkan selama bertahun-tahun. Meski masa purna telah tiba, semangat dan kepedulian untuk tetap berkontribusi tidak pernah padam,” ujar Mimik dalam sambutannya pada acara Peringatan HUT ke-63 PWRI yang diadakan di Pendopo Delta Wibawa.
Pentingnya Peran Lansia dalam Pembangunan Daerah
Mimik menghimbau kepada anggota PWRI untuk tetap aktif dalam pembangunan Sidoarjo. Di bawah kepemimpinan yang ada, ia mengajak seluruh anggota PWRI, yang meskipun sudah lanjut usia, untuk menganggap diri mereka sebagai bagian dari pemerintahan yang vital. “Kalian semua adalah mata, kaki, dan tangan bagi pemerintah Sidoarjo, untuk bersama-sama memerangi korupsi dan memastikan bahwa setiap pekerjaan berlangsung dengan baik,” tegasnya.
Data menunjukkan bahwa partisipasi kelompok lansia dalam pembangunan sosial dan ekonomi dapat memberikan dampak signifikan. Tidak hanya sebagai penerima manfaat, mereka bisa berperan aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif, berkat pengalaman dan kebijaksanaan yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun. Memberikan ruang bagi para lansia untuk berkontribusi adalah langkah strategis untuk memanfaatkan tenaga kerja yang berpengalaman.
Strategi Mendorong Keterlibatan Lansia di Masyarakat
Selain ajakan untuk berkontribusi, Mimik juga mendoakan agar anggota PWRI senantiasa diberikan kesehatan dan semangat juang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap agar semangat kalian tetap berkobar, terus memberikan masukan, dan dukungan moral berdasarkan pengalaman yang tidak ternilai,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua PWRI Sidoarjo, Hadi Sutjipto, menekankan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “Kami siap mendukung dan berkontribusi demi kesejahteraan Sidoarjo dalam segala aspek,” ujar Hadi. Ini adalah panggilan untuk bersinergi, agar potensi maksimal dapat digali demi terwujudnya Sidoarjo yang lebih baik.
Tema peringatan HUT ke-63 PWRI ini adalah “Dengan semangat merah putih, PWRI tingkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan lansia menuju Indonesia emas.” Tema tersebut mencerminkan tekad untuk menjadikan lansia sebagai bagian integral dalam pembangunan, yang tidak hanya berdampak bagi mereka sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, bersama seluruh jajaran perangkat daerah. Selain merayakan HUT ke-63, kegiatan ini juga berisi peluncuran 1.000 Kartu Tanda Anggota (KTA) dan penandatanganan nota kesepakatan antara KORPRI dan PWRI, serta penyaluran santunan kepada 15 anak yatim. Semua ini adalah bagian dari komitmen untuk terus melayani masyarakat.
Dengan semua upaya dan komitmen yang ada, menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting. Ini adalah langkah nyata untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik, di mana semua lapisan masyarakat, termasuk lansia, merasa diperhatikan dan dapat berperan serta dalam proses pembangunan yang berkelanjutan.