Penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dalam upaya ini, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo turun tangan langsung untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. Tanggal 30 Juli 2025, mereka mengunjungi beberapa lokasi untuk memantau penyaluran bantuan pangan.
Menariknya, saat Bupati Subandi memantau di tiga desa di Kecamatan Gedangan, yaitu Desa Tebel, Keboansikep, dan Wedi, Wakil Bupati Mimik Idayana juga melakukan hal serupa di dua desa lain, yaitu Sidokepung dan Jumputrejo. Kehadiran mereka di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran Bantuan Pangan yang Tepat Sasaran
Dalam penyaluran bantuan, Bupati Subandi menekankan pentingnya memastikan bantuan beras memang sampai ke tangan yang tepat. Bertujuan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari, bantuan pangan dievaluasi dari segi keakuratan sasarannya. Setiap keluarga penerima manfaat bisa menerima beras sebanyak 20 kilogram, yang dibagikan untuk dua bulan, dengan jatah 10 kilogram setiap bulannya.
Tidak hanya penyaluran bahan pangan yang diperhatikan, Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan. Ia mengajak semua warga yang belum terdaftar untuk segera mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar dapat terdaftar dalam program tersebut. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial secara menyeluruh.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan, pemahaman mengenai penggunaan bantuan juga menjadi aspek penting. Bupati Subandi dan Wabup Mimik Idayana secara tegas meminta kepada penerima bahwa bantuan beras tersebut harus digunakan untuk konsumsi sendiri, bukan untuk dijual. Pendidikan mengenai manfaat bantuan pangan menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan.
Pengunjung desa juga melaporkan kualitas beras yang diterima sangat baik. Kualitas beras yang diperiksa langsung oleh Bupati dan Wabup menunjukkan komitmen pada transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan. Wabup Mimik Idayana, saat memantau di Desa Sidokepung, juga menekankan agar jika ada kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang, bisa dilaporkan ke pemerintah untuk segera ditindaklanjuti.
Rasa syukur datang dari masyarakat penerima bantuan. Siti Nurhayati, salah seorang warga nilai isi dari bantuan tersebut sangat berarti dalam meringankan beban ekonominya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada pemerintah, bantuan ini sangat membantu saya dan keluarga,” ucapnya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Widarti, yang mengaku bantuan beras tersebut sangat membantu perekonomiannya setelah kehilangan suami. Ia berbagi pengalamannya tentang bagaimana setiap kilogram beras yang didapatnya sangat berharga untuk kebutuhan sehari-hari bersama tiga anaknya.
Dengan demikian, penyaluran bantuan pangan tidak hanya membantu dalam aspek materi, tetapi juga menciptakan ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Tindakan nyata yang diambil oleh bupati dan wakil bupati menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam dokumen, tetapi hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah contoh nyata bagaimana kebijakan sosial bisa berjalan efektif ketika ada komitmen dari semua pihak. Dan yang paling penting, semua program ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan secara berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.