Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak aliran Sungai Buntung di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi sungai dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selama kunjungan, beliau mengajak semua warga untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai. “Jangan buang sampah sembarangan ke sungai. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menjaga sungai secara kolektif, kita bisa mengurangi risiko banjir,” ungkapnya dengan tegas.
Pentingnya Kebersihan Lingkungan dan Dampaknya
Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sangat penting demi keberlangsungan ekosistem dan keselamatan bersama. Penjagaan sungai dari pencemaran merupakan salah satu langkah krusial dalam menghindari berbagai masalah lingkungan, termasuk banjir. Sungai yang bersih tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Dalam hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Buntung dilakukan di empat titik, di mana tiga titik terletak di Kecamatan Waru dan satu titik di Kecamatan Taman. Proses normalisasi ini termasuk membersihkan sampah dan endapan lumpur yang selama ini menghalangi aliran air.
Strategi Normalisasi Sungai untuk Mengurangi Risiko Banjir
Pekerjaan normalisasi di Sungai Buntung telah membuktikan adanya banyak sampah dan endapan yang menghambat aliran air. Dengan panjang total sekitar enam kilometer, normalisasi ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi sungai dan mencegah banjir lebih lanjut. Setelah Sungai Buntung, langkah serupa akan dilakukan pada sungai-sungai lain yang berpotensi menimbulkan genangan air.
Pihak pemerintah berkomitmen untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait masalah banjir yang sering terjadi saat musim hujan. Harapannya, setelah proses normalisasi, aliran air akan lebih lancar, sehingga tidak menggenangi permukiman warga. Dengan upaya pengerukan sedimentasi, diharapkan fungsi sungai dapat kembali optimal dan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir menjadi lebih baik.
Penerapan langkah-langkah strategis seperti ini tidak hanya menunjukkan komitmen pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan dukungan dan kerjasama, tantangan lingkungan seperti pencemaran dan banjir bisa dihadapi bersama. Mari kita semua berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman.