Bupati Sidoarjo, Subandi, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku usaha, ritel modern, perbankan, dan perusahaan swasta, untuk berperan dalam pembinaan anak yatim dan piatu di wilayah ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Mari kita dampingi dan bimbing mereka, agar anak-anak kita tidak kehilangan masa depan. Dengan dukungan bersama, kita bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah kita,” ungkapnya pada acara festival 1000 yatim yang digelar oleh LAZIS NU di Resto Jie Poek Dw.
Pentingnya Dukungan untuk Anak Yatim
Festival yang memperingati 10 Muharam 1447 Hijriah ini menjadi momen penting bagi 1000 anak yatim yang hadir. Melalui acara ini, Bupati Subandi bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperhatikan nasib anak-anak tersebut. “Saya sangat bangga dan terharu bisa hadir dalam acara ini. Terima kasih kepada LAZIS NU yang konsisten memperhatikan nasib anak-anak yatim,” tambahnya.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga sosial memegang peranan penting. Data menunjukkan bahwa di berbagai daerah, dukungan terhadap anak yatim bisa mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, peran masyarakat juga sangat diharapkan dalam membantu program-program yang bertujuan untuk meringankan beban mereka.
Strategi dan Langkah Ke Depan
Selama acara, Bupati Subandi juga menerima penghargaan sebagai Bapak Yatim Piatu Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan ini bukan hanya untuknya pribadi, tetapi juga untuk seluruh elemen masyarakat yang bersinergi dalam memuliakan anak yatim. “Penghargaan ini saya terima bukan untuk pribadi, tetapi untuk semua pihak yang ikut berjuang memuliakan anak yatim,” ujarnya.
Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa bagi anak yatim piatu, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan. Proyek ini juga akan melibatkan PCNU dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) untuk mendukung kelancaran kebijakan ini.
Ketua LAZISNU Sidoarjo, Dodik Dyauddin, juga menekankan bahwa dukungan dari Pemkab sangat berarti bagi festival ini. Ia berharap LAZISNU dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya di Sidoarjo, tetapi juga di wilayah lain.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo serta seluruh pihak yang mendukung acara ini. Harapan kami, LAZISNU semakin berkembang dan dikenal di seluruh masyarakat serta mampu mendukung pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.