Krisis Kemanusiaan di Gaza – Dalam waktu 24 jam terakhir, sedikitnya 18 warga Palestina di Gaza telah kehilangan nyawa mereka akibat krisis kelaparan yang makin memburuk. Sejak Maret 2025, jumlah korban jiwa akibat situasi ini telah mencapai 86 orang.
Data dari otoritas kesehatan Gaza menunjukkan bahwa mayoritas korban adalah anak-anak, dengan total sebanyak 76 orang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam dan dianggap sebagai “pembantaian senyap,” mengingat banyaknya anak yang menderita akibat kelaparan.
Kondisi Kemanusiaan yang Memprihatinkan
Status gizi anak-anak di Gaza sangat memprihatinkan, dengan sekitar 17 ribu di antaranya mengalami malnutrisi akut. Situasi ini memaksa mereka untuk mendesak agar perbatasan segera dibuka. Pembukaan perbatasan dianggap penting untuk memungkinkan distribusi makanan dan obat-obatan ke wilayah yang sangat membutuhkan ini.
Sekretaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Tengah menyatakan bahwa otoritas setempat terus mempertahankan blokade yang berdampak buruk terhadap warga sipil, termasuk satu juta anak-anak. Pernyataan ini mencerminkan seruan untuk penghentian segera blokade yang semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
Pengaruh Pertikaian Terhadap Sipil
Dari sudut pandang kemanusiaan, keadaan di Gaza sudah melampaui batas yang dapat diterima. Perdana Menteri setempat menyebut situasi ini sebagai “tidak terbayangkan dan tidak masuk akal.” Ia mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk menghentikan kekerasan dan segera memulai upaya rekonstruksi. Selain itu, pengintegrasian wilayah dan institusi di Gaza dengan institusi nasional Palestina dianggap sebagai langkah krusial menuju pembentukan negara Palestina yang utuh dan berdaulat.
Sejak dimulainya serangan intensif pada 18 Maret 2025, data mencatat bahwa setidaknya 8.066 warga Palestina telah tewas dan korban luka mencapai 28.939 orang. Total korban jiwa sejak awal konflik pada Oktober 2023 mencatat angka yang mencengangkan, yakni 58.895 orang, dan lebih dari 140.980 orang luka-luka, menurut laporan otoritas kesehatan setempat.