Dalam ajaran Islam, pernikahan adalah ikatan suci yang membawa transformasi besar dalam hidup seseorang. Namun, kebahagiaan dalam berumah tangga tidak berarti seorang anak laki-laki bebas dari tanggung jawab terhadap orang tuanya, terutama sang ibu.
Meskipun telah memulai hidup baru, hubungan dengan ibu tidak boleh diabaikan. Dalam ajaran Islam, seorang anak laki-laki diharuskan untuk terus berbakti kepada ibunya bahkan setelah menikah. Apa saja tanggung jawab yang harus dijalankan setelah seseorang melangkah ke jenjang pernikahan? Berikut adalah lima bentuk tanggung jawab yang masih harus dijalankan oleh seorang anak laki-laki kepada ibunya setelah menikah.
Pentingnya Berbakti kepada Ibu
Islam mengajarkan betapa pentingnya berbakti kepada orang tua. Dalam QS Maryam ayat 14, dijelaskan bahwa anak harus menghormati kedua orang tuanya.
يقول الله: “Wa barram biwalidaihi wa lam yakun jabbaran ‘ashiyya.” Artinya: “(Dia) adalah orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong lagi durhaka.”
Setiap anak laki-laki, baik yang sudah menikah maupun belum, wajib untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada ibunya. Keterikatan emosional yang kuat antara anak dan ibu seharusnya tidak pudar hanya karena pernikahan. Mengabaikan tanggung jawab ini dua kali lipat menunjukkan kurangnya rasa syukur, dan Allah bisa memberikan peringatan kepada hamba-Nya yang mengabaikannya.
Hidup dengan keluarga baru tidak seharusnya dijadikan alasan untuk kurang perhatian terhadap ibu. Tanggung jawab ini adalah bagian penting dari hubungan sosial seorang anak, yang mencerminkan karakter dan akhlak yang baik.
Memberikan Kasih Sayang yang Konsisten
QS Al-Isra’ ayat 24 menetapkan bahwa anak harus merendahkan diri dan menunjukkan kasih sayang yang tulus kepada orang tua. Dalam ayat tersebut Allah berfirman:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.”
Rasa cinta seorang anak kepada ibunya harus tetap diungkapkan walau telah memiliki keluarga sendiri. Ketika pasangan menunjukkan rasa cemburu terhadap ikatan ini, penting untuk menjelaskan bahwa kedudukan ibu dalam Islam sangatlah mulia. Hubungan ini tidak bisa dikukuhkan dengan sekadar memberi perlakuan baik, tetapi juga memerlukan pengorbanan waktu dan perhatian dari si anak.
Menunjukkan kasih sayang bisa dilakukan dengan cara yang sederhana seperti menghubungi ibu secara rutin, memberikan kabar tentang kehidupan sehari-hari, atau sekedar melakukan kunjungan. Hal kecil ini sebenarnya memiliki dampak yang sangat besar bagi ibunya.
Mengurangi Beban Hidup Ibu
Salah satu bentuk kewajiban yang harus diemban oleh anak laki-laki adalah membantu meringankan beban hidup ibunya. Kewajiban ini tetap ada meskipun sang ayah masih hidup dan mampu secara finansial.
Tindakan ini bukan hanya sebatas memberikan materi, tetapi juga mencakup dukungan emosional dan kasih sayang. Sekalipun tidak mampu membantu dalam aspek finansial, cukup menunjukkan perhatian dan kualitas komunikasi yang baik. Bagi seorang ibu, kebahagiaan terbesarnya adalah melihat anak-anaknya sukses dan berperilaku baik.
Mungkin ada kalanya anak tidak mampu untuk selalu ada secara fisik, namun kehadiran dalam bentuk komunikasi atau kunjungan masih sangat berarti. Mengajarkan istri untuk ikut menghormati mertuanya juga menjadi bagian dari tanggung jawab ini. Ibu tidak hanya melihat anak laki-laki sebagai individu, tetapi juga sebagai calon suami yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga besar.
Menjaga Perilaku Sopan dan Hormat
Menjaga sikap sopan kepada ibu adalah keharusan bagi setiap anak laki-laki. Ini terwujud dalam cara berbicara yang lembut dan tidak menyinggung perasaan. Berbicara dengan nada yang ramah selalu lebih baik dibandingkan dengan menggunakan nada tinggi atau kasar.
Jika sang ibu melakukan kesalahan, sangat penting untuk memberikan nasihat dengan cara yang lembut dan tidak mendadak. Ini mencerminkan akhlak yang telah diajarkan dalam Islam. Sikap ini juga penting untuk ditularkan kepada istri, sehingga mereka bisa saling menghormati satu sama lain.
Pentingnya Memperhatikan Kondisi Ibu
Setelah menikah, meskipun memiliki keluarga baru, seorang anak laki-laki tidak boleh melupakan ibunya. Menyempatkan waktu untuk berkunjung dan memperhatikan kebutuhan ibunya adalah hal yang sangat penting.
Walaupun ibunya tidak meminta bantuan, pria sebagai anak tetap harus proaktif dalam memberikan perhatian. Menyediakan waktu bagi kedua belah pihak—ibu dan istri—merupakan tantangan tersendiri. Namun, dengan mengelola waktu dengan baik, anak bisa memberikan rasa perhatian yang cukup kepada keduanya.
Kewajiban seorang anak laki-laki kepada ibunya tidak akan berkurang seiring waktu. Dalam konteks Islam, menjaga hubungan baik dengan orang tua, terutama ibu, adalah sebuah bentuk ibadah yang mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup.