Pemerintah Kabupaten Sidoarjo aktif melaksanakan program renovasi warung rakyat yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas usaha kecil. Baru-baru ini, Pemkab menuntaskan renovasi 740 unit dari total target 800 unit untuk Program Warung Rakyat Direnovasi tahun 2025. Dengan telah tercapainya 92,5 persen realisasi program di pertengahan Agustus, tampaknya komitmen terhadap pengembangan ekonomi lokal semakin nyata.
Program ini telah dimulai sejak tahun 2022 dan tahun 2025 menjadi periode akhir pelaksanaan. Namun, Bupati Sidoarjo H. Subandi menjamin bahwa upaya peningkatan ini akan terus berlanjut. Bersama Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, mereka memasukkan agenda renovasi warung sebagai salah satu dari 14 program prioritas dalam pemerintahan mereka. Ambisi tersebut juga termasuk target untuk merenovasi 2.000 warung rakyat dalam lima tahun ke depan.
Renovasi Warung Rakyat: Meningkatkan Daya Saing UMKM
Proyek ini tidak hanya mencakup renovasi fisik tapi juga berfokus pada peningkatan daya saing pelaku usaha kecil. Wabup Hj. Mimik Idayana melakukan peninjauan di tiga warung yang telah direnovasi, terdiri dari dua unit di Kelurahan Magersari dan satu unit di Kelurahan Sidokare. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program peningkatan daya saing UMKM berjalan dengan baik.
Dari kesempatan tersebut, Wabup Mimik mengungkapkan, “Dengan program ini, para pelaku UMKM memiliki warung yang lebih layak untuk mengembangkan usaha.” Ucapan ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan warung yang ditata dengan baik dan fungsional bagi kelangsungan bisnis kecil di daerah tersebut.
Dukungan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM
Tidak hanya sebatas renovasi fisik, Pemkab Sidoarjo juga memberikan dukungan lain melalui program permodalan, yaitu Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda). Program ini menawarkan bunga yang sangat rendah, yaitu 2 persen per tahun, dengan plafon pinjaman yang dapat mencapai Rp50 juta. Dukungan finansial seperti ini sangat penting untuk memastikan para pelaku UMKM dapat berkembang dan memperbesar usaha mereka.
Dengan adanya fasilitas pembiayaan yang dapat diakses melalui bank daerah, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Misalnya, Supii, pemilik Warkop Biru di Kelurahan Magersari, merasa bersyukur atas bantuan renovasi yang diterimanya. Warung kopi yang sudah dirintisnya sejak 2016 kini tampil lebih menarik dan fungsional, dilengkapi dengan bangunan permanen dan fasilitas cuci yang memadai.
Ia menjelaskan, “Sebelumnya, warung saya hanya ada meja dan belum menarik perhatian. Sekarang dengan tambahan bangunan dan tempat cuci, pembeli menjadi lebih banyak.” Ini adalah gambaran jelas bahwa investasi dalam renovasi dan peningkatan fasilitas dapat langsung berdampak pada jumlah pelanggan.
Kesimpulannya, program renovasi warung rakyat di Sidoarjo mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal. Dengan renovasi yang lebih baik dan dukungan pendanaan yang memadai, diharapkan pelaku usaha kecil dapat menghadapi tantangan pasar dan berkembang lebih baik ke depannya.