JAKARTA – Layanan kesehatan masyarakat adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Dalam upaya menanggulangi Penyakit Tidak Menular (PTM), kolaborasi antara lembaga kesehatan dan masyarakat sangat dibutuhkan. Salah satu contoh baik adalah kegiatan skrining kesehatan yang digelar di Desa Jampang.
Kegiatan ini berlangsung di Posbindu Desa Jampang dan diikuti oleh 115 warga setempat yang berpartisipasi aktif dalam pemeriksaan kesehatan. Skrining ini bertujuan untuk deteksi dini faktor risiko PTM, sebuah langkah preventif yang bisa memberikan manfaat jangka panjang.
Pentingnya Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mencakup berbagai aspek vital, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lingkar perut. Selain itu, pengukuran tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol merupakan bagian dari rangkaian tes yang krusial. Hasil dari skrining ini menunjukkan bahwa 47 orang terdeteksi memiliki riwayat hipertensi, sedangkan 12 orang lainnya menunjukkan gejala diabetes mellitus. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan rutin untuk menjaga keseimbangan kesehatan masyarakat.
Data menunjukkan bahwa PTM seperti hipertensi dan diabetes mellitus semakin meningkat seiring dengan gaya hidup modern. Semakin banyak orang yang kurang aktif secara fisik dan tidak memperhatikan pola makan sehat. Dengan melakukan skrining kesehatan secara regular, individu dapat lebih mudah mengidentifikasi potensi risiko yang dapat merugikan kesehatan mereka di masa depan.
Intervensi Lewat Aktivitas Fisik dan Edukasi Kesehatan
Sebagai langkah perbaikan, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma juga mengadakan senam sehat bersama dengan warga. Aktivitas fisik yang sederhana ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui gaya hidup aktif. Senam sehat ini sekaligus menjadi platform untuk menyampaikan edukasi tentang pengelolaan kesehatan dan cara mencegah PTM.
Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya kesehatan preventif. Dengan rutinnya intervensi fisik dan edukasi, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan kondisi kesehatan mereka dan mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari risiko penyakit.
Penutupan kegiatan skrining ini berfungsi sebagai pengingat akan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan. Kolaborasi antara lembaga kesehatan, masyarakat, dan puskesmas setempat menjadi penting dalam menekan angka PTM dan meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat yang proaktif dan peduli dengan kesehatan diri mereka adalah langkah awal menuju komunitas yang lebih sehat.